19 Lukisan Bunga Matahari Terunik

Monday, June 25th, 2018 - Lukisan

Lukisan Bunga Matahari – Waktu subuh itu, fajar muncul menghampar di ufuk timur. Bentangan laut muncul kembali diterangi oleh matahari yang bercahaya.Dari kejauhan sana, pompong nelayan berarakan melaju menuju daratan yang ada bakaunya. Ombak-ombak pun bersuara menampar tiang-tiang rumah dan pelantar warga. Perahu-perahu kecil pun terayun-ayun oleh ujung-ujung ombak yang ditambatkan dipelantar.

Lukisan Bunga Matahari Sederhana

Lukisan Bunga Matahari Sederhana

Ani terbangun dari tidurnya. Karena, niatnya untuk sekolah dikabulkan oleh bapaknya. Walaupun usianya sudah hampir delapan tahun.

“Bapak, ini hari pertama Ani masuk sekolah” sambil memasang baju kemeja putih dan rok warna merahnya.

“Apa kamu benar-benar ingin sekolah, nak?” Tanya Bapak.

“Iya pak!”

“Apa kau tidak malu bergaul dengan mereka?”

“Tidak Bapak. Ani benar-benar ingin sekolah.

Percakapan singkat itu pun terhenti. Ani duluan naik sampan. Bapaknya pun telah siap naik kolek kecil yang ukuran sekitar lima kaki.

Hari-hari pun berganti seperti biasanya. Lautpun bergelombang serupa biasanya. Setelah hari pertama masuk sekolah. Ani sudah terdaftar disalah satu sekolah dasar. Ia pun sudah mulai belajar menulis, membaca dan yang lainnya.

Pagi yang indah. Ani sudah bisa membaca dan menulis seperti siswa di sekolah lainnya. Bahkan bisa menghafal ayat pendek pelajaran agama Islam. Buku latihan matematikanya pun hasil tulisan Ani sendiri. Dan sekarang ini, buku latihan matematika itu bertuliskan ani kelas V SD.

Contoh Gambar Lukisan Bunga Matahari

Contoh Gambar Lukisan Bunga Matahari

Langit pun tampak sangat biru. Hari pun cukup indah dan juga cerah. Anak-anak seusianya tampak berbaris menggunakan seragam muslim. Guru-guru sekolahpun juga ikut berbaris dengan rapi.

Duduk di deretan bangku yang paling depan, Ani merapikan duduknya.

“Hari ini kita akan belajar menggambar. Ayo anak – anak keluarkan buku gambarnya!” Seru ibu Luyiana.

Seluruh siswa pun bergegas mengeluarkan buku gambar. Ani juga mengeluarkan buku gambarnya.

“Silahkan semuanya menggambar!” tutur bu Luyiana.

Kelas ini adalah kelas yang sangat ditunggu-tunggu oleh ani. Karena, ia lebih suka menggambar diatas kertas yang polos. Dengan menggunakan pensil 2B. Ani sangat suka sekali menggambar wajah neneknya. Kalau tidak, Ani menggambar seorang petugas kesehatan yang mengobati neneknya.

Siang itu Ani terlihat jauh lebih fokus. Namun, kali ini ia justru tidak menggambar wajah neneknya. Melainkan Ani menggambar serupa pot yang ada bunganya. Bunga itu memiliki tiga batang. Ada yang lurus keatas dan ada daun – daun kecil yang tergantung yang mirip dengan gambar hati.

Tepat disudut kanan nya terdapat satu buah bola sinar di atasnya. Diatas sekali Ani memberi judul gambarnya dengan “bunga matahari”.

Bunga Matahari Dilukis Dengan Menarik

Lukisan Cat Air Bunga Matahari

Lukisan Cat Air Bunga Matahari

Background Lukisan Bunga Matahari

Background Lukisan Bunga Matahari

Contoh Lukisan Bunga Matahari

Contoh Lukisan Bunga Matahari

Foto Lukisan Bunga Matahari

Foto Lukisan Bunga Matahari

Gambar Lukisan Bunga Matahari

Gambar Lukisan Bunga Matahari

Lukisan Abstrak Bunga Matahari

Lukisan Abstrak Bunga Matahari

Lukisan Bunga Matahari Affandi

Lukisan Bunga Matahari Affandi

Lukisan Bunga Matahari Asia

Lukisan Bunga Matahari Asia

Lukisan Bunga Matahari Di Kanvas

Lukisan Bunga Matahari Di Kanvas

Lukisan Bunga Matahari Hitam Putih

Lukisan Bunga Matahari Hitam Putih

Lukisan Bunga Matahari Karya Affandi

Lukisan Bunga Matahari Karya Affandi

Lukisan Bunga Matahari Karya Van Gogh

Lukisan Bunga Matahari Karya Van Gogh

Lukisan Bunga Matahari Karya Vincent Van Gogh

Lukisan Bunga Matahari Karya Vincent Van Gogh

Lukisan Bunga Matahari Pensil

Lukisan Bunga Matahari Pensil

Lukisan Bunga Matahari Simple

Lukisan Bunga Matahari Simple

Lukisan Bunga Matahari Van Gogh

Lukisan Bunga Matahari Van Gogh

Lukisan Bunga Matahari

Lukisan Bunga Matahari

19 Lukisan Bunga Matahari Terunik | admin | 4.5




Silahkan Klik Like Untuk Updates Gambar Keren



×
/* */